Selasa, 12 Juli 2011

Grok Grok


Pasar Desa Pelangi sangat ramai di kunjungi pembeli pada hari minggu pagi.Orang-orang senang berkunjung kesana karena dapat membeli benda-benda mengasyikan:buah-buahandari Firutiland yang dapat bernyanyi sebelum dikupas,mobil-mobilan buatan Otoland yang bias di kendalikan dengan pikiran,buku cerita yang tokohnya bias bersuara,dan maaasih banyak lagi.                                                                                    Suara orang-orang yang tawar-menawar asyik sekali untuk di dengarkan,”Pak Orang-Orangan sawah,aku beli semangka yang bisa menyanyikan lagu islamiu itu.”                              “Silahkan Pipi Sapi harganya dua puluh ribu rupiah.” “Wah,kemahalan.Boleh Pipi beli dengan harga sepuluh ribu rupiah?”                                                                                                       “Wah,itu terlalu rendah,Pipi.Delapan belas ribu deh.”             “Bagai mana kalauempat belas ribu rupiah?”                                 “Tujuh belas ribu rupiah,nanti rugi saya.?” “limabelas ribu,ya pleaaase.”                                                               “Enam belas ribu deh,tidak kurang lagi.                              ”Pipi jadi kesal.ia ber tekad dalam hati, “Uuuh,bagaimana,sih?Kok,Pak Orang-Orangan Sawah selalu tidak mau dengan harga yang aku tawarkan?Pokoknya kali ini harus setuju dengan aku!”                                                              “Dua puluh lima ribu,ya?Kalau tidak setuju,Pipi akan pulang saja!”                                                                                     “Apa?Duapuluh lima ri…Baiklah ,baiklah,silahkan ambil1” He…he…Ada juga yang tidak bisa menawar harga dengan baik,ya?Maklum deh,Pipi Sapi kan paling malas bila di suruh berhitung.                                                                                                 Agak sedikit siang datanglah Grok Grok siManusia Besar.Sambil mengayun-ayunkan tongkat kayunya,Grok Grok berjingkrak-jingkrak riang.Hmm…tidak biasanya Grok Grok ini nih!Biasanya ia selalu murung.Jadi agak curiga deh.Namun tidak ada seorang pun yang peduli pada perubahan itu.semuanya sedang asyik berbelanja.Tiba-tiba saja Grok Grok mengeluarkan suara…Duuuuut Pesss!Duuuut Pesss!Sekali di sini,sekali di sana dan di situ,di pojok serta di tengah pasar.                                        Karuan saja semua orang mengeritkan dahi sambil mengendus-endus tidak percaya.“WAAAH BAU SEKALIIII!teriak semuanya.                                                       Lalu…terjadi kehebohan.Setiap orang berusaha melarikan diri dari pasar,termasuk para penjual barang.Saking hebohnya,ada yang saling tabrakan,ada yang jatuh berguling-guling.Namun dalam sekejap saja pasar yang ramai menjadi sangat sepi.                                                                                                               “Grok Grok berhasiiiil1”seru Grok Grok senang.  Kemudian sambil bernyanyi-nyanyi,Grok Grok melakukan sesuatu di sini,sesuatu di sana,kemudian di situ,dan seterusnya.Setelah itu cepat-cepat Grok Grok bersembunyi untuk melihat hasil perbuatannya.Tidak lama kamudian,orang-orang kembali ke pasar sambil menggerutu, “Aduuuh,siapa sih yang buang gas sedahsyat itu?”                                                                    Suasana sudah ramai lagi,seolah tidak terjadi apa-apa.Namun mendadak terdengar jeritan Bu tempanyan yang menjual alat-alat rumah tangga, “Tolooong kenapa emberku jadi berat?”                                                                                                              Bu Tempayan tidak tahu kalau ada lem di dasar embernya.“Masya Allah,kenapa kepala boneka kodokku menjadi monyet menjadi seperti monyet dan kenapa kepala boneka monyetku jadi kodok?” tangis TeddyBeruang si Penjual Boneka.                  DUAR!BUM!BUM! “Tolooong!jerit pak karung tepung si penjual kue. Semua kueku meledak!”     “Berhasiiil!Berhasiiil!”teriak Grok Grok sambil keluar dari dalam tong kayu tempat dia bersembunyi.                          ”Grok Grok?” seru para penghuni Desa Pelangi dengan mulut menganga karena tidak percaya.                                              “Iya,ini aku!Iya ini aku!Hi-hi,ha-ha,ho-ho!” tawa Grok Grok sambil melompat-lompat dan berputar di udara.                “ja…jadi kamu yang membuat kekacauan ini?”Tanya Pipi Sapi.                                                                                                                                  “Tidak salah!Tidak salah!Hi-hi, ha-ha, ho-ho,sahut Grok Grok sambil berjalan ke sana-kemari dengan kedua tangan, sementara kakinya terancung ke atas.                                     “Dan…dan kamu yang mengeluarkan bunyi…Dut!Pess!Dut!Pess?tanya Boyot Kura-kura.                         “Benar sekali !Benar sekali!”sahut Grok Grok yang kemudian menari hula-hula sambil mengeluarkanbunyi tadi…Dut!Pess!Dut!Pess! “Sekarang…kalian…percaya?Sekarang kalian percaya?Ha-ha, hi-hi, ho-ho!”                                                                                                  Lalu Grok Grok berlari pulang sambil melompat-lompat.            Para penghuni Desa Pelangi salingpandang.                                  “Grok Grok sudah gila!” kata Aum Harimau. “Biasanya ia murung dan lamban,”sahut Lan Lan Landak.sejak itu,suasana Desa Pelangi yang tadinya tenang berubah jadi heboh.                    Pagi I itu seperti biasa,Boyot Kura-kura berlari-lari kecil dengan handuk di leher.                                                                                    Sambil bersenandung ia mempercepat langkah menuju kolam kecil di halaman rumah si kembar untuk mandi pagi.Sampaidi kolam,Boyot langsung melompat…hup!“Byur…dan aku akan berenang di kolam jernih ini dengan nikmat!”pikir Boyotsambil memejamkan mata,membanyangkan sejuknya air kolam.                                                                                  Tapi bukan bunyi “byur”yang terdengar sedetik kemudian,melainkan “Dugh!Ceprooot!” disusul teriakan boyot, “Afaaaw!Fefaku fenjol!”padaku!”                                                    Tentu saja Boyt bermaksud mengatakan, “Adaaaw!Kepalaku benjol!”Namun karena mulutnya dipenuhi lumpur ia terdengar berkata  begitu.Tapi…kenapa kolam berair jernih itu malah jadi penuh lumpur?Rupanya kali ini takada sama sekali air di situ! “berhasil aku telah mengeringkan air nya!Dia penuh lumpur!Kepalanya benjol!Hi-hi-ha-haaa!         Boyot menoleh dan melihat Grok Grok tertawa-tawa sambil menjauh .Lupa membersihkan dulu lumpur di mulutnya,Boyot berteriak, “Flok Floook!Fefenya filimu fafaku!”maksudnya tentu, “Grok Groook!Teganya dirimu pada ku!”Lain lagi yang dialami oleh Gondrong sisinga yang sangat senang melukis.Setelah sarapan pagi,gondrong pergi ke depan rumah pohon ya dan mulai melukis sambil sambil bernyanyi nyaring,”Thank you allah ,for you blessing for me!”
Ketika siang tiba,Gondrong telah menyelesaikan lukisan pesanan Nona Daun Kol yang cantik yang tinggal di Frutiland.Lukisan itu berupa Nona Daun Kol sendiri yang sedang bernyanyi.
“Aku tinggal membungkusnya!Na..na..na..na..naaa..!”Gondrong                masuk  rumah sambil bersenandung untuk mengambil kertas kado.Kemudian ia keluar lagi,dan sambil bernyanyi kecil,langsung membungkus lukisannya tanpa memeriksanya iagi.gondrong pergi kerumah Nona Kol,ia menyerahkan lukisanitu sambil membungkukan badan ala bangsawan dan berkata, “Nona Kol yang cantik,ku persembahkan lukisan dirimu yang telah ku kerjakan dengan seluruh jiwaku!Sudilah kiranya Nona memberikan beberapa keping uang pada ku.”                                 Nona Kol yang senang di puji,berkata dengan mata di kedip-kedipkan, “Aku cantik? Ah, Tuan Gondrong bisa aja deh.Aku kanCuma daun kol biasa.”                                                                  Sambil terseyum lebar,di buka nya bungkus lukisan dan…dalam satu detik senyum Nona Kol jadi bibir monyong.Lalu terdengar suara…kreot kreot…marah hasil gesekan gigi-giginya.Suara dengus-mendengus mengepul dari lubang hidungnya yang kembang kempis.Uratkening nya tampak menonjol dan wajah nya yang putih berubah warna menjadi merah dan ungu seperti bunglon.Gondrong yang malang jungkir balik kebelakang ketika Nona Kol meyemburnya dengan kata-kata, “Jadi ini lukisanmu yang kau katakan cantik dank au kerjakan dengan selurunh jiwamu?Dan kau masih mengharapkan beberapa keeping uangku?Baiklah,kau akan kuberi sesuatu!”Lalu Nona Kol melempar gondrong apa saja yang ada didekatnya sambil berseru pedih, “Nih! Nih!Nih!Terimalah!”                  Sapu,sandal jepit,sepasang sepatu bersol tebal,keset bertuliskan “Weicome”,tong sampah yang untungnya baru di kosongkan,bahkan pot bunga pun ikut melayang.Setelah itu Nona Kol masuk rumah sambil mendengus, “Huh, sebel 1sebel!”dan membantingpintu keras-keras…BUMM! Sampai papan rumahnya pun jatuh.“Aduh Nona Kol yang cantik,apa salahku?Mengapa anda me3ngamuk seperti topan,badai,dan guturjadikan satu?”Tanya Gondrong dengan segerumbul bunga di kepalanya.                                                                                                   Namun ketika melihat lukisannya sendiri,tahulah Gondrong mengapa Nona Kol yang cantik itu mengamukseperti topan,badai,guntur jadikan satu.Nona Kol dalam lukisan Gondrong memang jadi tidak begitu cantik.Mata kanan Nona Kol tertup seperti bajak laut bermata satu.Dua buah kutil dan jerawat tumbuh di pipi nya.Mulut nona Kol yang sedang bernyanyi,menampakan sebuah gigi ompong dan dua buah gigi taring.Bahkan di bawah hidung nya yang halus dan mungil terlihat bulu-bulu hidung yang kasar,tampak keluar seperti sapu ijuk yang terjepit pintu.Hiii….menyeramkan.                                     “Ih,pasti ada yang jaili lukisanku ketika aku masuk rumah untuk mengambil pembungkus,nih.”                                                              Baru saja Gondrong berpikir beitu,terdengar suara dibelakang nya, “Hi-hi, ha-ha, ho-hooo!Lucu sekali1Lucu sekaliii!”                                                                                                       Gondrong menoleh dan melihat Grok Grok berjingkrak-jingkrak menjauh.Untuk menghibur dan menyabarkan hatinya,gondrong bernyanyi, “Thank you Allah for you blessing on me…..”Namun suaranya parau dan air matanya menetes-netes.                                   Tentu saja selain peristiwa-peristiwa itu,masih banyak lagi kenakalan Grok Grok.misalnya menukar isi tempat gula dan garam Bom Bom Gajah.Akibatnya Bom Bom yang ingin menikmati teh manis di sore hari, jadi menyemburkan the nya jauh-jauhsambil berseru  “Hueee,asiiin!”                                                         Malangnya,teh semburan itu melanyang keluar jendela mengenai Nyonya Merak yang langsung jungkir balik sehingga membuat pakaian mewahnya kotor.Akibatnya telinga Bom Bom jadi panjang sebelah menerima jeweran dari Nyonya Merak yang marah . “Kita harus menghentikan perbuatan Grok Grok!Ujar Won Won Lebah pada sahabatnya,Dori Domba. “Tetapi sebenarnya perbuatan Grok Grok lucu juga sih,” ujar Dori centil.Lalu Dori teringat sebuah perbuatan Grok Grok yang lucu.Seketika ia menahan tawa sambil bersuara, “Pffft…pffft…”Lalu Dori tertawa terpingkal-pingkal.                                                      “Doriii!tegur Won Won.                                                                        “Serius dong!” Namun melihat wajah Won Won ,tawa Dori makin menjadi-jadi.                                                                              Namun saat itu,ketika Dori dudukdi kursi kayu kesayanganny,terdengar suara….KREK! BRUK! Aduduh,rupanya ada yang menggeragaji kaki kursi kesayangan Dori sehingga patah ketika di duduki.seketika tawa Dori sehingga patah ketika diduduki.Seketika tawa Dori lenyapsetelah ia terguling-guling dengan kepala benjol.Namun suara tawa Dori berganti dengan  suara tawa yang lain, “He-he-, ho-ho, ha-haaa!”                                                                                                Melihat Grok Grok berjingkrak menjauh, Dori menoleh pada Won Won dengan wajah yang serius dan berkata, “Saatnya pahlawan bertopeng beraksi!”“Yahuuu!Pahlawanbertopeeeng!” jerit Won Won sambil menggenakan topeng nya.                                                            Lalu si Lebah Bertopeng dan siDomba bertopengsegera naik Heli si Helikopterdan mengikuti kemana Grok Grok pergi.Rupanya sambil menari-nari, Grok Grok pulang kerumah nya di tebing Desa Pelangi.Lebah bertopeng dan Domba bertopeng turun dari Heli dan perlahan-lahan mengintip di jendela rumah.Alangkah terkejutnya kedua pqhlawan bertopeng utu karena didalam rumah Grok Grok tidak sendirian.Ia disambut oleh plester si Anak Jahil,Buri si Rubah Nakal ,dan Cibul si Kucing Gembul.”Kita akan membuat geng kenakalan di  Desa Pelangi!!Hi-hi,ho-hoo!”seru Grok-grok.”Kuminta mulai sekarang kalian membantu ku supaya aksi-aksi ku tambah lucu dan mengasyikan .ya!ya!ya! Tambah mengasyikan !Hi-hi,ho-hoo!”
“Kami setuju “seru Buri.”Hidup si boss Grok Grok!”sambut Plester dan Cibul Grok Grok tampak senang sekali.Ia jumpalitan keliling ruangan sambil berseru,”Bagus sekali!Hi-hi,ha-haa!Aku punya anak buah!Aku puntya anak buah!”                                                                                                 Lalu Grok Grok menyalakan televisi dan berkata bang, “inilah hasil kenakalan yang ku rekam dengan kamera mini didalam helem ku!Selamat menikmati! Hi-hi,ho-hooo, ya!yaaa!”                                                                         Suara tawa meledak dalam rumah Grok Grok ketika mereka menyaksikan film.Di luar,Domba Bertopeng pun tertawa terkikik-kikik melihatnya.Untung Lebah bertopeng segera menegur, “Ssst! Domba Bertopeng,nanti kita ketahuan!”Didalam rumah terdengar suara tawa yang lebih kerasdari sebelumnya.                                                                 Plester berkata, “Lihat,itu si Dori Centil jatuh dari kursi! Ha…ha…haaa!Lucu,lucu sekali!”                                          Domba Bertopeng pun menghentikan tawanya seketika.ia menoleh ke Lebah bertopeng dan berkata kesal, sudah saatnya kita tangkap meraka,Lebah bertopeng!”                                                                                     “Baik,”kata Lebah bertopeng.“siapkan pistol airmu! Satu…dua…tiga…serbuuu!”                                                                 Lebah bertopeng dan Domba bertopeng menyerbu masuk, “Cukup anak-anak bandel!Sekarang menyerahlah!”       “Aaaah! Lebah bertopeng dan Domba bertopeng!” jerit Plester,Buri,dan Cibul ketakutan. Mereka langsung  menyerah.namun Grok Grok berhasil meloloskan diri,ia naik tebingdan kabur ke Bukit Pelangi, “Tangkap aku kalau bisa!Hi-hi,ha-haaa!”                                                                       Lebah Bertopeng dan Domba Bertopeng pun mengejar Grok Grok naik Heli.Namun sulit lho,menangkap mahluk besar yang nakal itu,sebab Grok Grok teryata pintar menyamar.sambil tertawa-tawa,ia mengeluarkan banyak  alat penhyamaran dari helemnya.Suatu kali ia menyamar menjadi semak-semak.Disaat  lain menjadi batu atau pohon.Bahkan dengan sangat pandai,Grok Grok juga bisa menyamar menjadi Bom Bom Gajah,Aum Harimau,Jefi Jerapah,dan para penghuni Hutan Pelangi lain.                Setelah Heli menjauh,barulah Grok Grok ,embuka penyamarannya dan menari-nari sambil tertawa, “Kalian tertipu! Kalian tertipu! Hi-hi,ha-ha,ho-hooo!Lucu sekali!” “Masya Allah,”kata Lebah Bertopeng sambil mengusap keringat. “Baru kali ini kita mendapat lawan yang cerdik!” Jangan menyerah,Lebah Bertopeng!”kata Domba Bertopeng. “Lihat,itu dia!Ayo kita coba lagi!”                 Heli menukik kearah Grok Grok  yang baru saja keluar dari gerumbulan pohon.Dengan mudah,jarring yang ditembakan Heli berhasil menagkap Grok Grok. “Alhamdulillah! Iyess! Iyess! Iyess!seru kedua pahlawan bertopeng itu.Namun Grok Grok malah berseru murung, Lepaskan akuuu..apa salahkuuu?”Sebelum kedua  bertopeng itu bicara,tiba,tiba muncul Grok Grok satu lagi di tebing Pelangi sambil menari-nari.                                                       “Mereka salah tangkaaap!Mereka salah tangkaaap!Hi-hi,ha-ha,ho-hooo!”                                                   Namun mereka ceroboh,Grok Grok yang sedang menari itu terpeleset dan jatuh ke Air Terjun Pelangi.Untunglah seorang mahkluk besar berpakaian polisi muncul.Mahkluk besar itu menolong Grok Grok dan menangkapnya.Polisi besar itu memperkenalkan diri pada penduduk Desa Pelangi, “Aku polisi dari Negri Mahkluk-Mahkluk Besar.Yang selama ini mengganggu kalian bukanlah Grok Grok,tetapi sepupunya yang bernama,Grak Gruk.Ia mamang nakal.Tenang saja,aku akan mambawanya pulang.”                                                                                                          “Aku sedang pulang untuk menengok papih dan mamihku,?”kata Grok Grok murung. “Saat itu Grak Gruk pergi ke sini dan menyamar jadi akuuu.Maafkan aku telah merepotkan yaaa?Penduduk Desa Pelangi pun ber sorak lega, “Ternyata Grok Grok tidak berubah.Alhamdulillah.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut